Kamis, 11 September 2008

Pelantikan Ikatan Wanita Minang (IWM) Kota Batam

Jangan Mau jadi Korban Politik dengan Janji-janji Palsu


Batam, BNK- Wanita asal Minang di Batam kini telah mempunyai wadah yaitu Ikatan Wanita Minang (IWM) Kota Batam dan langsung dilantik oleh Sekjen IWM Riau dan Kepri di Politeknik Batam.




Perkumpulan Ikatan Wanita Minang kedepan bakal menggelar beberapa program - program baik jangka pendek maupun jangka panjang dimana IWM ini akan membentuk lembaga perekonomian kerayatan Wanita Minang, yakni mengadakan Balai Latihan Kerja untuk Wanita Minang, nantinya akan diajarkan keterampilan seperti pelatihan salon dan pelatihan menjahit dan lain-lainnya, " ungkap Ir.H. Suparman,SH.M.Si selaku pendiri Ikatan Wanita Minang".




Acara pelantikan pengurus IWM Kota Batam dihadiri oleh Anggota DPD RI asal Kepri Aida Ismeth Abdullah, anggota DPRD Kota Batam Tharmani,SE.M.Si , H.Sukri Fakhrial,SH, Hj. Hartini Sari dan tampak juga hadir anggota DPRD Provinsi Kepri H.Saidul Kudri dan Asisten III Provinsi Kepri Arifin yang mewakili Gubernur Kepri, Dr Syamsul Bahrum, yang mewakili Wali Kota Batam.




Ir.H.Suparman,SH,M.Si pendiri Ikatan Wanita Minang (IWM), mengatakan IWM dibentuk untuk menyatukan seluruh Wanita Minang di Batam, hal ini adalah merupakan salah satu tujuan utama agar dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan sesama wanita minang yang berasal dari ranah minang.




"Selama ini Wanita Minang sering menjadi korban politik,Dengan terbentuknya Ikatan Wanita Minang ini, kita akan memperdayakan perempuan Minang dari semua segi baik ekonomi maupun politik ," ujar Suparman. yang saat ini dalam menyelesaikan S2 Master Hukum di universitas Batam.




Suparman memberikan sinyal, perkumpulan tersebut bisa digunakan oleh tokoh-tokoh Minang yang bergelut di politik. "Jadi sangat mudah mendapatkan dukungan kalau wanita Minang bersatu." ujarnya.




Dalam pelantikan tersebut, ditampilkan beragam kesenian asal Sumbar seperti Tari Persembahan, Tari Piring, dan jenis tarian lainnya. Selain itu juga ditampilkan kesenian adat berupa pantun yang digunakan saat menerima pejabat.(*)
Oleh, atay

Tidak ada komentar: